2

When He Sleeps Next To Me

God, I feel so thankful.

When husband laid asleep next to me, I studied his face and thought to myself,
I’ve come so far.

12 years ago I wouldn’t have thought that I will be like who I am now in 2021.

I’m not that much wiser, smarter or anything. I gained quite some weight, if that counts as accomplishment lol.

But I’m happier.

That, I can be certain of.

I feel blessed.

With a husband, a daughter, a house we can call our own (Mortgage: “Ahem. Don’t forget me, I will be staying around here until a decade and half later. Just thought you need reminding. Ahem.”), and how I can live my everyday routines gratefully.

A routine that could feel mundane, sometimes. A repeatedly day-by-day that made me ask some friends, hey am I doing life correctly? Because I feel like I’m not very ambitious, I don’t have any grande goal in this life. I don’t do big awesome things that could affect or help people’s life positively. I don’t think I must travel this world to feel life to the fullest. I’m not eager in thinking how to invest this and that.

I kind of feel as if all of these things, that I have right now, are enough.

My loved ones are relatively healthy, and I have a good husband, a smart daughter.

Everyday mostly consists of doing what I should do at work, tittle-tattled with my close friends and my sister in a messenger application, thinking about what should I prepare for breakfast and lunch+dinner tomorrow, helping kiddo to do her homework, video calls with my mum.

Sometimes having heated arguments with hubby, or screaming my head off at kiddo for not listening to what I told her. Or mostly, just having simple quality times with them. With some jokes here and there, teasing and giggling, tickling and laughing.

Also financially independent enough so I can buy some cute things I like, or some toys and books for kiddo. Even spontaneous small presents for hubby.

Well, I wouldn’t say no to more $$$ in my savings,

But right now,

as I lay next to husband, I feel enough.

All of these mundane routines, they reminded me of how I’m still doing okay.

and for that,

God, I feel so grateful and blessed.

9

Hello again!

Hello blog yang udah lama terlantar karena gue keasyikan update di Instagram dan jadi males ngeblog muahahaha.

Ini juga ngeblog gegara “didorong” oleh Bu Episapi alias maminya duo C si Epoi nyahahaha. *terdorong*

Tapi aku tu suka bertanya-tanyaaaa kalo aku update blog emang ada yah yang bacaaaaa? Coba mana yang baca, komen dongggg *wow cari perhatian tanpa rasa malu*

MUAHAHAHA 😛

Okay serious talk nowww,

Belakangan emang berasa males nulis blog karena lebih demen nulis penggalan cerita sehari-hari di Instagram Story, apalagi tentang Mireia. Karena diem-diem ternyata temen kantor dan temen sekolah (yang follow IG tapi ga bacain blog ini) banyak yang jadi fans Mireia, meski ga pernah komen dan ga pernah kasih emoji apapun. Temen-temen kantor contohnya, bisa tau-tau ngebahas apa yang pernah aku share di IGS sambil bilang kalo mereka gemes dan demen sama Mireia, aku malah lupa beberapa cerita  dan baru inget pas mereka ungkit. Baru ngeh lagi, oiya yaaa benerrr itu pernah terjadiii. Hahaha.

Trus karena dapet perhatian, tentu saja gue bagaikan disuntik endorphin alias hormon senang jadinya gue merasa banyak yang bakal ikutan ketawa bareng saat gue share ceritanya Mireia. Jadinya makin demen sharing cerita soal Mireia di Instagram.

It’s like telling a joke to your peers and they laughed so hard so you just grinned and couldn’t wait to tell the next joke.

Does that make sense? I hope it does lol 😀

Postingan ini kok jadi mengarahkan orang untuk ngeliatin IG gue aja ya jadinya, bukannya menyemangati untuk terus baca blog gue nyahahaha.

Honestly though, I’m considering to put this blog on private setting.

Tapi masih jadi pertimbangan. Hmmmm.

Gue mikir-mikir dulu ah kalo gitu. Sampe jumpa lagi di celoteh ga jelas berikutnya!

8

Enakan Sotoy apa Soto?

Pernah gak sih lo dengerin anak nangis trus merasa terganggu dan sebel dan mikir ih ini orangtuanya ke mana sih, kenapa anaknya ga didiemin sih. Gimana sih.

Ato pernah gak lo ngeliat anak makan sambil nonton youtube nonstop di gadget dan mikir kalo anak gue ntar ga akan gue kasih gadget demi perkembangan otaknya, kasih nonton youtube terus-terusan gitu kan berbahaya.

Ato ini nih yang paling ultimate, pernah gak lo denger cerita dari seorang ato dua orang ibu mengenai parenting trus sambil lo dengerin sekalian lo catet dan simpen dalem note di otak lo, trus suatu waktu ketika lo lagi dengerin seorang ibu yang lain bercerita tentang anaknya atau cara parenting dia, eh lo dengan sotoynya bilang ke ibu itu“Kok segitu doang?/Kok begitu?/Bukannya mestinya begini?/Kok ini?/Kok itu?” dan komen lainnya seakan-akan lo lebih ngerti dan lebih tau.

Gue pernah.

Dulu waktu belum hamil. Waktu belum punya anak.

Dan setelah gue kemudian merasakan pengalaman hamil dan punya anak, gue perhatikan kok banyak ya orang yang belum punya anak, belum pernah hamil tapi ngasih komen super sotoy kayak mereka udah berpengalaman.

Pengalaman yang didapatkan melalui ‘pengetahuan’ mereka dari cerita-cerita orang. Entah dari emaknya, dari tantenya, dari neneknya, dari kakaknya, dari temennya, dari bosnya, ato dari tetangganya.

Gue gak lagi nyinyir, gue cuma ketawa aja inget kalo dulu GUE SENDIRI pun pernah sotoy begitu. Beuh macem yang paling tau, “Kata nyokap gue, anak tuh jangan selalu diturutin.. tar ngelunjak. Diemin aja kalo dia kayak gitu. Tar laper juga makan sendiri.”

YA LO GAK TAU YA RASANYA KALO ANAK SUSAH MAKAN ITU KAYAK APA.

“Setau gue kalo anak dikasih gadget terus tar kurang bagus loh, mending dialihkan aja perhatiannya”

YA LO GAK TAU RASANYA NYUAPIN ANAK SAMPE EMAKNYA SENDIRI GAK MAKAN-MAKAN KARENA SIBUK NGALIHIN PERHATIAN ANAK YE.

Yep. Gue pernah sesotoy itu kok. Guilty as charged. Hahahaha.

Jadi gue tulis blogpost ini buat apa sih.

Buat ngingetin diri sendiri aja. Kalo belum ngalamin, ga usah sotoy. Ga usah banyak komen. Orang cerita, yaudah dengerin aja. Senyum, kasih support bila dibutuhkan. Ga usah berasa lebih tau dehhh. Mencakup untuk semua hal dalam kehidupan ya lip.

Bahkan untuk hal yang sama aja, pengalamannya berbeda ye kan.

Contohnya kalo soal punya anak deh. Cara dan proses lahiran beda, karakter anak berbeda, kebiasaan anaknya berbeda, cara mengasuh dan latar belakang keluarga berbeda, pasangan untuk bikin anaknya juga (alhamdulilah) berbeda. Ya masa kita mau sotoyin orang merasa kita lebih tau cara dia ngurusin anaknya ato ngasih makan anaknya?

Jangan sotoy ah. Mending ngesoto. Soto ayam bening panas-panas pake kucuran jeruk dan sambel. Yuk.

*slurp*