Wedding Vow

Gue suka sekali sama wedding vow gue karena simpel, tapi menurut gue sudah mencakup semua yang diharapkan dari sebuah komitmen pernikahan. Janji nikah ini asli dari gereja tanpa gue tambah-tambahi dan tidak dikurang-kurangi juga 🙂

This is our wedding vow:

Saya, (nama), memilih kamu, (nama pasangan), menjadi istri/suami saya. Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri saya kepada kamu, dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit. Saya mau mengasihi dan menghormati kamu sepanjang hidup saya.

Iya, gitu doang. Pendek, cuma tiga kalimat utama. Tapi semuanya begitu pas dan begitu lengkap rasanya 🙂

Gue suka setiap jalinan katanya, setiap makna penggunaan katanya.

Waktu masih awal-awal mulai ngapalin janji nikah ini, gue ngetes apakah koko hapal dengan suruh dia baca janji nikah itu di depan gue. Sambil nyetir dan dengan suara yang sengaja dibuat-buat males gitu, dia bilang “Saya, (nama), menerima kamu, (nama gue), sebagai istri saya..” yang langsung gue stop dan gue koreksi.

Salah. Salah banget. Bukan ‘menerima’… Tapi memilih.

Gue menekankan kata memilih waktu gue koreksi koko. Gue menjelaskan bahwa, kita ga menerima gitu aja pasangan kita. Kita ga menerima gitu aja untuk menikah. Kita membuat pilihan. Kita sendiri yang memilih untuk menikah, dan pasangan pun kita sendiri yang memilih mau nikah sama si dia. Maka kita harus bertanggung jawab dengan pilihan kita tersebut. Koko manggut-manggut, auk dah paham apa kaga 😛

Sama seperti kalimat saya mau mengasihi dan menghormati kamu, gue bilang ke koko ya jadinya sebagai suami ga perlu janji ga bakal genit-genit sama cewek lain ato berjanji tidak melakukan ke KDRT, misalnya. Karena lo mau mengasihi dan menghormati pasangan lo, jadi ya lo ga akan melakukan hal-hal yang menyakiti pasangan secara verbal maupun non-verbal begitu. Termasuk kasih tau kejelekan-kejelekan pasangan ke orang tua kita, karena itu artinya kita tidak menghormati pasangan juga 😛 *oke itu pendapat sotoy gue, lol*

Trus hal lain yang gue suka dari janji nikah itu adalah, setiap kata-katanya adalah kata-kata simpel yang bisa kita pahami. Bukan kata-kata sulit yang bikin kita mesti buka KBBI dulu.

Singkat, padat dan jelas. Tidak bertele-tele. Tidak perlu dipanjang-panjangkan seperti membaca puisi. Jadi waktu gue dan koko mengucapkannya pun, we meant every word.

Kita ga sekedar ngomong sambil nginget-nginget “Habis ini kelanjutannya apa ya…”, tapi kita bersungguh-sungguh mengucapkan setiap kata dengan penuh kesadaran akan makna dari janji kita.

I guess… that’s why my mafia-looking man almost cried when he said his wedding vow 🙂

Padahal biasanya siihh, gengsinya selangit, gaya dan muka pun sengak-sengak galak minta ditabok, tapi saat membacakan janji nikah…. Eh suaranya gemeteran, matanya berkaca-kaca! 😛

Tapi…. mata yang berkaca-kaca itu tetep dengan mantap menatap mata gue,

Dan bibirnya pun menyunggingkan senyum sambil ngucapin janji nikah 🙂

Bibir yang kemudian memberi tanda cinta di kening gue setelah mengucapkan janji nikah.

S__3850257

Ah, I really love our wedding vow 🙂

And I really hope that we will always do as what we vowed.

Saya, Godeliva Olivia Darmawati, memilih kamu, Tasmika, menjadi suami saya.
Saya berjanji untuk setia mengabdikan diri saya kepada kamu dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit.
Saya mau mengasihi dan menghormati kamu, sepanjang hidup saya.

Ya, sepanjang hidup saya.

🙂

Advertisements

8 thoughts on “Wedding Vow

  1. argggh~ merinding dakuu bacanyaaa.. ak juga perna tuh dengerin si brown test bacain janji nikah,, udah merinding2 gak kuad dengernyaaaa apalg kalo ampe ditatap gitu yaa >.<

    simple bermakna dan tegas. amin amin taz n olip ❤

    Like

    • Mihihihi tp ttep beda loh nie. Pas gladiresik kan koko juga disuruh tes baca gitu, tetep aja feel’nya beda sama waktu hari H 😀 siap-siap mewek ya ntar 😛

      Like

    • Iya pyyyyy *peluk py kenceng* hahahahaha. Klo liat bule gitu ada yang janji nikahnya bikin sendiri sampe pake baca gitu, lucu juga sih, tapi ga kebayang tar koko isinya kayak apa hahahaha *masih ngakak gegara puisi gaje’nya* lol

      Like

  2. Pingback: Holy Matrimony of Tasmika & Olivia | Koko Taz & Cece Olip

Write your thoughts or questions here! :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s