Random Thoughts: Perfect Wedding Day?

Dulu sebelum ada yang mau nikahin (LOL), gue selalu kagum ngeliat foto prewedding dan pesta pernikahan orang yang super beautiful. Gue selalu merasa they look like they are coming out from a fairy tale book.

Gue jadi kepengen bisa ngadain pesta pernikahan yang sesuai impian gue (waktu itu) juga. Gue pengen bisa foto prewedding dengan landscape super keren. Gue pengen yang indah-indah kayak gitu juga.

Tapi begitu udah makin tua bertambah umur dan bener-bener bikin rencana untuk nikah, tiba-tiba gue jadi tau banyak cerita behind beautiful pictures of a wedding day or prewedding. Ada temennya temen yang prewedding pake vendor super mahal di Eropa, dengan hasil foto yang breathtakingly stunning and beautiful. Super keren lah pokoke. Tapi belum sampe setahun nikah, udah mau cerai. Udah ngabisin ratusan juta untuk prewedding dan milyaran untuk pesta pernikahan, tapi pernikahannya cuma bisa bertahan sekian lama. Aduh 😦

Pernah juga dikasih liat postingan temennya sobat gue di Path, foto prewedding yang cakep dan bagus. Tapi caption foto itu kurang lebih bilang “Semoga ini bisa bikin mama puas.” Ternyata oh ternyata, temennya sobat gue ini nikah cuma buat nyenengin orang tuanya. Aduh 😦

Salah satu temen nikah dan pestanya bagus, keren, megah, foto-foto prewedding yang dipajang juga keren banget. Tapi di balik itu dia terus-terusan berantem sama suaminya dan terus-terusan bilang betapa bencinya dia sama mertuanya. Dan gue cuma bisa dalam hati bilang, Aduh 😦

Hal-hal itu kemudian membuat gue sadar bahwa gue ga perlu seperfeksionis itu untuk pesta nikah gue.  Gue ga perlu terlalu mau semuanya indah dan sempurna. Gue ga perlu menuntut bahwa semuanya harus sesuai impian gue.

Karena seperti beberapa teman yang sudah menikah pernah bilang ke gue, setelah pestanya usai, lo akan sadar bahwa semua berantem-berantem sama pacar, semua rasa senewen, semua hal yang bikin lo sesenggukan dan crying yourself to sleep itu ternyata yah buat hal yang ‘segitu doang’. Setelah satu hari itu kelar, lo akan bener-bener ngerasa “Oh begini doang?” Dan hari-hari setelah satu hari itu lah yang sebenernya paling penting.

Jadi daripada a super beautiful dan perfect wedding day, daripada a stunningly amazing prewedding pictures, sekarang gue cuma berharap semoga perjalanan rumah tangga gue akan lebih indah dari foto-foto dan pesta pernikahan gue.

Supaya semuanya ga cuma indah diliat orang saat hari pernikahan doang. Supaya gue dan pasangan ga keliatan mesra di foto prewedding doang.

Dan semua pemikiran itu bikin gue jadi lebih rileks dalam prepare wedding ini. Sebelumnya gue gampang senewen. Gampang stres. Gampang nangis. Gampang kesel dan marah sama koko. Tapi sesuai saran salah satu pasangan yang udah nikah, cukup fokus pada satu dua hal yang penting aja. Sisanya? Udahlah merem aja.

Jadi…
Kalaupun ada kacau-kacaunya, selama pas tuker janji di depan altar lancar… yasudahlah ya. 😀
Kalaupun ada hal yang bikin kesel, selama tamu undangan yang dateng bisa makan kenyang dan enak… yasudahlah ya. 😀
Kalaupun ada hal-hal yang ga sesuai dengan maunya gue, tapi selama keluarga bisa ngerasa hepi… yasudahlah ya. 😀

Because now I realize, I don’t need super awesome prewedding photos. I don’t need a super beautiful wedding. In fact, I don’t need everything to be so perfect.

What I really need and want is, a beautiful marriage life.

And by saying a beautiful marriage, I mean.. it doesn’t have to be perfect, it doesn’t have to be all lovey-dovey.

As long as hubby and I will constantly want and need each other, then it’s beautiful.

As long as we always have that strong will to keep working on things together, then it’s beautiful.

As long as we will always try to fix things together, then it’s beautiful.

As for our wedding day…

As long as on that day we could feel our love and joy fills the air, then…

…it’s beautiful enough for me 🙂

marriage wedding

Advertisements

8 thoughts on “Random Thoughts: Perfect Wedding Day?

  1. hihihi.. bener banget.. 🙂 emang sih sebagai cewe pasti pengennya perfect.. coba tanya deh.. siapa sih yang mau weddingnya berantakan? hehehe.. 😀 tapi bener deh.. daripada berantem2 cuma gara2 persiapan nikah, gara2 selisih pendapat beda warna dekor, ataupun dalam milih apapun.. lebih baik mikirin kedepan abis pesta itu ngapain. komitmen apa.. visi misi apa. hehee.. krn bertahun2 ngurusin pesta, dinikmatinya cuma 1 hari aja.

    serapi2nya detail yang udah dibuat pasti ada missed-nya.. yang penting bagaimana kita enjoy-in aja. Semangattt yaa.. 🙂 and happy prepare!

    Like

  2. Bener bgt nih Lip.. Inilah knp gw kmren waktu BPN digereja ga pernah mau absen dan datang telat, krn gw sadar betul, kehidupan setelah acara seharian itu jauh lebih penting drpd semua persiapan yg ada 🙂

    Like

Write your thoughts or questions here! :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s