Random ranting: Selingkuh

Udah beberapa bulan belakangan ini sering ngeliat temen posting di facebook video youtube yang isinya: Ibu-ibu yang ngejambak ato mukulin selingkuhan suaminya di tengah jalan (lalu direkam oleh orang sekitar).

Ada satu video dimana suaminya si ibu itu sibuk ngelindungin selingkuhannya, dan yang ibu itu lakukan adalah terus fokus berusaha mukulin selingkuhan suaminya. Suaminya ngehalau pake tangan, si ibu tetep merangsek berusaha nabokin kepala si selingkuhan. Suaminya meluk selingkuhan, si ibu berusaha jambak rambut mbak selingkuhan.

Despite of how psycho it might be, I actually find guilty pleasure seeing that. Somehow I think, that woman deserves that. Salah sendiri main ama laki orang. Resiko lo lah itu buat dijambakin.

Tapi sejujurnya, gue pernah bilang ke koko bahwa menurut gue, sesalah-salahnya tuh perempuan (ini hanya untuk kasus dimana si perempuan tau ya kalau pasangannya itu suami orang, bukan perempuan yang ditipu pria yang ngaku-ngaku single) …tetep aja YANG PALING SALAH ITU YA SI LAKI-LAKI. (ato perempuan, tergantung ini yang selingkuh si istri apa suami? Lol) 😀

Karena yang punya komitmen kan si laki-laki. Yang udah punya istri kan si laki-laki. Yang berjanji bilang mau mencintai istrinya dalam susah senang dalam suka duka kan si laki-laki.

Dalam hidup gue, gue udah sering banget denger cerita temen-temen nyokap ato sanak sodara yang ngelabrak selingkuhan suaminya (and do some violent things to her of course) tapi ga ngapa-ngapain suaminya. Gue selalu ngerasa itu aneh. Bok, yang melanggar komitmen lo berdua kan suami lo? Kalo mau marah ya harusnya paling marah sama si suami dong? Kenapa suami lo cuma kena omel-omelan doang tapi selingkuhanya kena jambak dan kena pukul pake platform highheels lo?

Menyalahkan selingkuhan suami begitu ibaratnya kayak lo nyium bau indomie goreng yang dimakan sama temen lo, trus lo jadi kalap makan indomie goreng 2 bungkus, yang berakibat lo gagal diet, lalu lo tabokin temen lo karena udah ‘menggoda‘ lo dengan wangi indomie goreng. (postingan ini dibuat sore-sore dalam keadaan mendung, jadi yaaahhh itulah kenapa perumpamaannya indomie, mehehehe) 😀

Anyway.. YA GAK GITU JUGA KAN BOK?

Itu adalah alasan kenapa gue bilang ke koko, seandainya one day dia ketahuan selingkuh, berarti dia secara sadar MEMILIH untuk melanggar komitmen dia. MEMILIH untuk mengalah pada nafsu. MEMILIH untuk berhubungan dengan perempuan lain yang gue anggap berarti LEBIH BAIK dari gue. Dengan kata lain berarti dia udah sadar akibat dan resiko dari pilihannya, tapi tetep MEMILIH UNTUK BERBUAT demikian. Dan dengan tegas gue bilang ke koko, kalau udah ketahuan begitu, putus aja ya. Ga usah wasting my time nor your time untuk minta maaf bilang khilaf, untuk memohon dikasih kesempatan.

Keren kan gue? Keren dong.

Naahh tapi yang lagi gue pikirin sekarang adalah, kalau kejadian itu terjadi setelah menikah, then HOW?

Harus gimana kalau ternyata suatu hari si suami khilaf? Harus gimana memaafkan dan menerima dia kembali setelah dia jelas-jelas bobok sama perempuan lain? Harus gimana biar ga jijik dicium ama dia setelah tau kalau that same and exact lips udah nyium perempuan lain?

I guess that’s why beberapa ibu-ibu melampiaskan semua rasa marahnya pada si selingkuhan. Mungkin karena mereka masih mau mempertahankan rumah tangganya. Mungkin lebih gampang untuk menganggap bahwa yang salah itu ya si selingkuhan, salah lo ngegodain suami gue! Kalo bukan karena lo ngegodain, suami gue ga bakal selingkuh! Jadi semuanya gara-gara lo!

Mungkin… meski dia merasa marah, jijik dan kecewa, tapi masih ada komitmen yang harus dia jaga. Komitmen yang meskipun udah dinodai (halah bahasa gue) kelakuan suaminya, tapi dia has no other way selain berusaha memaafkan dan melanjutkan komitmen tersebut.

Bisa dibilang postingan ini gue bikin setelah mendengar cerita temen gue (cewe dan yes she’s the one who did the sin), lalu gue jadi merenungi what if one day I caught koko red-handed having an affair? What if one day he cheated on me? What if?

Will I… Will I be strong enough?

Honestly, sampai sekarang gue sendiri ga tau gue akan gimana. Satu sisi gue rasa gue ga akan bisa bersikap biasa lagi ke dia. Sisi lain, ‘divorce’ should never be in my mind. Lalu, harus gimana menjalankan pernikahan yang ga nyaman seperti itu?

Hffttthhhhhh. *beli dua single bed buat gantiin double bed* 😀

Sebenarnya ini adalah salah satu kebiasaan super jelek gue. Membayangkan lalu mengkhawatirkan hal yang belum terjadi, lalu kadang jadi galau/kesel sendiri. Goblok memang.

Well…. but I guess I just need to have faith.

Bahwa orang yang gue pilih adalah orang yang setia. Orang yang akan mengutamakan komitmennya dengan gue. Orang yang ga bakal dengan mudah tergoda oleh wanita (maupun laki-laki!) lain.

Dan semoga gue… juga sama berkomitmennya. 🙂

cheating-isnt-a-mistake-it-is-a-choice-quote-1

Advertisements

3 thoughts on “Random ranting: Selingkuh

  1. Hai..kunjungan balik *maap telat banget*

    gw juga liat video itu..
    gua setuju sama quotes di atas, kalo selingkuh itu pilihan ya..

    dari video itu, gua malah berpikir.. kok bisa-bisanya tuh istrinya melakukan itu di depan umum ya? Emang sih, lagi marah. cuma harusnya, sebagai istri yang baik (yang walaupun kecewa), dia gak akan mempermalukan harga diri dia suaminya (yeah biarpun dia juga mempermalukan diri dia sendiri). Ibaratnya, di depan umum aja dia bisa kaya gitu, apalagi di dalem rumahnya sndiri, bukan?

    Gua yakin, untuk beberapa kasus, selingkuh bukan murni salah suami nya *dan si selingkuhannya*.
    Pertanyaannya adalah, Apakah kita sudah cukup baik menjadi istri bagi pasangan kita?? 🙂

    Like

    • Iya setuju banget. Orang seringkali langsung nyalahin pihak yang memilih selingkuh, ga mempertanyakan “Kenapa mereka bisa ampe milih untuk selingkuh? Pasangannya melakukan/ tidak melakukan apa?”
      Anyway mudah-mudahan hal itu jauh2 dari deh dari kita dan keluarga kita 😀

      Like

Write your thoughts or questions here! :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s