31

Vendor Restoran Resepsi: SENTRAL Restaurant – Tomang (pricelist)

Setelah ke Aston Cengkareng, The Palms Ballroom, neleponin nanya harga Restoran Nelayan dan hampir berkunjung ngeliat Grand Wedding Hall di Mall Matahari Daan Mogot, akhirnya gue dan koko bayar DP di restoran Sentral, Tomang.

(Gue masih bingung sebenernya spelling yang bener Sentral apa Central tapi yasutralah ya yang penting cara bacanya sama, tetep Sentral hahaha :p)

So far sih kalau inform ke orang-orang bahwa gue udah DP di Sentral, semuanya selalu memberi respon positif bahwa makanan resto ini memang sudah terkenal enak/lumayan enak.

Yah, ngeliat respon begitu, sejauh ini sih gue jadinya masih merasa lega hahaha 😀

Di Sentral Tomang, ada dua pilihan area wedding, function hall lantai 1 dan function hall lantai 2. Harganya beda karena luasannya juga beda, gedean yang lantai 1. FYI di Sentral ini dekorasi standard banget. Jadi kalau mau dekor yang bagus dan personalized mungkin bisa coba ditanyain ke marketingnya, bisa apa ngga dan nambah biaya apa ngga. Gue ga nanya-nanya karena emang ga bakalan pake jasa dekor-dekor segala :p

Per tahun 2014, harga paket-paket wedding di Sentral Restaurant Tomang:
(Catatan: Siang itu pemilihan waktunya jam 12.00-14.00 atau 15.00-17.00. Kalau Malam dari jam 19.00-21.00)

FUNCTION HALL LANTAI 2
1. Emerald Package (300 pax)
Siang 38 juta
Malam 43 juta

2. Sapphire Package (400 pax)
Siang 46,2 juta
Malam 53 juta

3. Rubby Package (500 pax)
Siang 54,5 juta
Malam 63 juta

FUNCTION HALL LANTAI 1
1. Gold Package (600 pax)
Siang 69 juta
Malam 79 juta

2. Diamond package (800 pax)
Siang 89 juta
Malam 102 juta

Harga sudah termasuk:

  • Makanan 6 macam dan freeflow nasi putih
  • Pondokan bebek panggang (5 ekor untuk Emerald, Sapphire & Rubby, 6 ekor untuk old dan 10 ekor untuk Diamond)
  • Pondokan dimsum (100 porsi untuk Emerald, Sapphire & Rubby, 150 porsi untuk Gold & Diamond)
  • Pondokan es puter/ es krim (3 gentong untuk Diamond, 2 gentong untuk paket lainnya)
  • Kue-kue kecil (3 nampan untuk Diamond, 2 nampan untuk paket lainnya)
  • Aneka buah (12 nampan untuk Diamond, 10 nampan untuk paket lainnya)
  • Pudding 5 loyang
  • Softdrink (100 gelas untuk Emerald, Sapphire & Rubby, 150 gelas untuk Gold, 200 gelas untuk Diamond)
  • Freeflow air mineral
  • Professional MC
  • Singer (ditambah organ tunggal untuk Emerald, Sapphire & Rubby, full music untuk Gold & Diamond)
  • Buku tamu dan dipinjemin kotak angpao

Harganya sih kalo ga salah bakal naik untuk tahun 2015. Jadi kalau mau ngadain acara di tahun depan, mesti ngerayu-ngerayu banget marketingnya Sentral biar kenaikan harganya ga gede-gede banget hahaha 😀

Oiya, harga di atas belum termasuk biaya listrik video, 1 juta. Jadi kalau mau bawa videografer gitu ya nambah deh 🙂

Cara pembayarannya juga ga terlalu memberatkan, 5 juta untuk DP pertama, 5 juta lagi untuk DP kedua sebulan kemudian, trus sisanya seminggu ato dua minggu sebelum acara. Kalau denger cerita temen, ada restoran yang setelah DP pertama, harus dilunasi 50% dalam waktu beberapa bulan kemudian. Menurut gue sih yang begitu lumayan memberatkan ya. Menurut gue siiihhh :p

Anyway, kalau ada pengalaman pake resto Sentral ini, please inform-inform ya. Would love to know it 🙂

quote entertain guest

4

Pendaftaran KPP alias Kursus Persiapan Perkawinan

Gue dan koko akan menikah secara Katolik di Gereja Santa Maria Imakulata Cengkareng, yang mana sekarang gereja SMI ini masih merupakan stasi dari Paroki Trinitas Cengkareng.

Untuk dokumen lengkap yang dibutuhkan dalam pendaftaran perkawinan Katolik, bisa di cek di website KAJ ini.

Nah di gereja Katolik, sebelum merit para capeng wajib-kudu-harus-dan-mesti ikut yang namanya KPP alias Kursus Persiapan Perkawinan.

KPP ini ga diadain di tiap gereja, melainkan di satu gereja saja dalam satu dekenat. Jadi semua capeng yang berasal dari gereja-gereja Katolik di dekenat Jakarta Barat, mesti ngedaftarin diri ke gereja Kristoforus di Grogol. Kursusnya juga bakal diadain di situ. (Ini setau gue sih ya. Masalahnya gue suka sok tau. LOL :D)

Di dekenat Jakarta Barat, KPP diadain 1 kali dalam sebulan. Trus KPPnya juga dipadatin jadi 3 hari, Jumat, Sabtu dan Minggu. Gue ga tau apakah dekenat lain juga sama ato ada jadwalnya masing-masing.

Pendaftaran KPP untuk area dekenat Jakbar ini cuma buka di hari Selasa sampai Kamis, jam 15.00 – 18.00. Rada ngerepotin sih sebenernya buat yang kerja kantoran kayak gue, jadinya mesti izin pulang cepet sama boss. Soalnya meskipun pulang tenggo jam 5, gue pasti bakal telat sampe di Kristoforus. (malah curcol)

Dokumen yang perlu dibawa waktu daftar KPP:

  • Surat pengantar dari paroki masing-masing yang sudah ditandatangan oleh romo paroki
  • Copy surat baptis untuk yang beragama Katolik
  • Pasfoto capeng ukuran 3×4, berwarna, sebanyak 3 lembar masing-masing
  • Biaya pendaftaran (kalau di dekenat Jakarta Barat per tahun 2014 ini, biayanya Rp 230.000 untuk tiap pasang capeng)

Demi pendaftaran ini (dan untuk seterusnya karena bakal diperlukan waktu minta dokumen N1-N4) maka gue dan koko berangkat untuk foto. Berikut gue pamer dulu foto gue dan pria yang sering gue sebut sebagai cami akhir-akhir ini dalam bentuk pasfoto.

pasfoto cece koko

Mihihihi. Gue keliatan jauh lebih ‘gede’ dan ‘perkasa’ dari koko ya rasanya. (Berharap bakal ada yang bilang: “Ah itu hanya perasaanmu saja, dek Olivia” MUAHAHAHAH)

Gue daftar untuk KPP di bulan November meskipun jarak antara KPP dan hari H perkawinan gue nanti setengah tahun. Ini berdasarkan ‘saran’ dari staff sekretariat gereja SMI, karena doi perlu waktu untuk permohonan dispensasi dari uskup (gue dan koko beda agama hehe).

Setelah daftar, gue dan koko masing-masing dapet semacam ‘kartu’ tanda peserta KPP. Di kartu ada keterangan materi kursus, jadwal KPP dan ketentuan lainnya yang berhubungan dengan KPP. Selain itu dapet juga kwitansi bukti pembayaran pendaftaran dan buku pedoman untuk nanti dibawa saat KPP.

kartu KPP jpeg

Jadwal KPP hari Jumat-Sabtu tiap bulannya di St. Kristoforus:
Jumat jam 16.15 – 21.00
Sabtu jam 16.15 – 21.00
Minggu jam 07.15 – 14.45

Biaya 230 ribu itu selain untuk bayar buku pedoman, materi-materi kursus dan pencetakan sertifikat, juga untuk biaya makan malam di hari Jumat dan Sabtu, trus untuk snack pagi dan makan siang di hari Minggu. Jadi gue dibilangin untuk jangan bawa bekal sendiri 😀

Somehow gue bersyukur di gereja Katolik ada kewajiban KPP ini sebelum perkawinan. Selain untuk membekali para capeng dengan pengetahuan-pengetahuan sebelum masuk ke bahtera rumah tangga (ahsek abhes dah bahasa gue hahaha :p), menurut gue yang sotoy ini KPP juga untuk memantapkan para capeng, “Beneran nih mau kawin ama nih orang? Yakin nih bakal tetep cinta sama nih orang doang sampe maut menjemput? Ga bakal nyesel untuk menghabiskan hidup sama orang ini sampe jadi kulitnya udah gelambiran dimana-mana dan giginya tinggal dua?”…

Soalnya perkawinan Katolik kan mestinya once in a lifetime ya. Mudah-mudahan aja gue dan koko bisa sama-sama mantep dan bisa yakin dan ga bakalan nyesel 😀 Dan mudah-mudahan koko punya banyak duit biar gue bisa suntik botox nantinya. *LOH* hahahah 😀